Skip to content

Wanting to be a Better Man

September 6, 2008

Seiring dengan berjalannya waktu perjalanan hidup seseorang, ia akan menjadi semakin bijak dalam mengambil segala keputusan penting dalam hidupnya.

Tepat tanggal 9 Agutus yang lalu, saya telah menempati bumi ini selama 20 tahun. Berbagai pengalaman telah ku lalui, baik itu yang menyenangkan maupun tidak. Saya pun sadar, tanpa sekian banyak pengalaman tersebut saya tidak akan menjadi saya yang sekarang ini. Memang saya akui saya pun memiliki banyak kekurangan, namun disamping itu perlu saya ingat bahwa sayapun memiliki beberapa kelebihan dalam bidang tertentu yang bisa jadi saja orang lain tidak (PD mode: on).

Mungkin ada yang bertanya-tanya, “where is this topic going?”. Well it goes like this, mungkin beberapa dari teman-teman ada yang masih menduga-duga atau bisa jadi sudah ada banyak yang sadar bahwa saya orangnya jauh sekali dari sifat religious. Ibadah sholat yang awalnya saya jalankan, walaupun bolong-bolong, semakin menjadi bolong hingga seketika tidak sama sekali saya jalankan.

But lately I’ve been thinking, is this the type of person I want to present myself to the one that I think is my special someone? I think, not!
So why not be a better person. Be that person that is always in my head, the person that I’ve always dreamed of being. Some one worth having a happly ever after.

Sehingga saya menargetkan sisa-sisa waktu keberadaan saya di kampus untuk menjadi seseorang itu. Saya ingin dapat menjadi orang yang:
• Mudah akrab dengan siapapun, dengan mengesampingkan rasa malu serta minder.
• Percaya diri untuk tampil di depan penonton, baik itu untuk suatu presentation ataupun hal lainnya.
• Bertanggung jawab dalam assignment kelompok, dan dapat bekerja sama dengan siapapun dengan tidak memandang kejelekkan seseorang.
• Lebih dapat memanage waktu dengan baik serta memprioritaskan pekerjaan mana yang terlebih dahulu harus dikerjakan.
• Lebih mendekatkan diri kepada ajaran-ajaran agama.
• Serta selalu mengutamakan family, saya tidak ingin menjadi seorang workaholic atau kuliahaholic yang saking sibuknya hingga melupakan waktu untuk berama keluarganya.

Insya allah dengan tekad serta iman yang kuat, saya akan dapat (setidaknya berusaha) menjadi that someone that I’ve always wanted to be.

Alangkah baiknya jika saya mendapat bantuan dari teman-teman juga, tidak peduli teman itu adalah teman dekat atau teman sekedar teman, saya pasti akan sangat teramat meng-appreciate it. Misalkan ada teman yang melihat saya belum sholat, boleh diajak sholat bersama; jika saya dirasa kurang berperan dalam group assignment, mohon tegur dan beritahukan the errors in my way; and so on.

So with this, I hope that when I look back to this post, I will have been a much more better person than I am today. 🙂
“Hello future Irvan”. 🙂

Advertisements

From → Life Stories

Leave a Comment

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: