Skip to content

How To Preserve Your Battery Life

November 18, 2008

Pernahkah anda bertanya-tanya bagaimana caranya mempertahankan performa baterai perangkat elektronik anda. Setelah berpengalaman dengan beberapa barang elektronik (beberapa diantaranya sekarang sudah almarhum), akhirnya saya melakukan searching akan metode perawatan baterai yang benar, dan akhirnya mendapat beberapa jawaban.

Pertama-tama yang perlu saya ingatkan adalah, baterai tetaplah sebuah baterai, yang mana sifatnya suatu saat pasti akan haus, aka KO, dan butuh anda ganti dengan baterai baru. Yang menjadi permasalahan kita adalah, bagaimana memperpanjang masa prima sang batu nan bertenaga ini.

Kenalilah baterai anda, maka anda akan dapat merawatnya. Tipe baterai yang saya kenali sejauh ini adalah tipe “Nickel-based batteries” dan “Lithium-ion batteries“. Apa tipe battery anda?

Tehnologi Standar

Baterai lithium-ion jauh lebih padat akan daya dibanding baterai nickel. Dengan ini, baterai lithium-ion akan memberikan waktu pemakain yang lebih lama dalam kemasan yang lebih ringan, karena lithium merupakan unsur besi terringan. Anda pun dapat melakukan pengecasan terhadap lithium baterai sesuka anda, sesuai kebutuhan, tanpa perlu terlebih dahulu menghabiskan baterai anda untuk menjaga performa, seperti pada betari nickel. (Pada baterai nickel, seiring waktu akan terbentuk kristal sehingga tidak memungkinkan anda melakukan pengecasan hingga penuh.)

Charge Stages of Lithium Battery

Standar Pengecasan

Baterai lithium-ion pada umumnya menggunakan sistem fast charge untuk melakukan pengecasan 80% pertama dari baterai anda, kemudian beralih ke trickle charge untuk melakukan sisa pengecasan 20% berikutnya. Bisa saya contohkan ini dengan: dua jam pengecasan iPod hingga 80% dan dua jam lagi untuk melakukan pengecasan sisa 20%-nya hingga penuh, dalam keadaan iPod tidak digunakan. Anda dapat melakukan pengecasan baterai lithium-ion hingga banyak namun terbatas kali, seperti yang telah didefiniskan oleh siklus pengecasan.

Siklus Pengecasan. Penggunaan 100% kapasitas baterai sama dengan satu siklus penuh pengecasan.

Siklus Pengecasan. Penggunaan 100% kapasitas baterai sama dengan satu siklus penuh.

Sebuah siklus berarti anda telah menggunakan seluruh kapasitas baterai, namun itu buka berarti sekali pengecasan. Misalkan, anda akan memasang iPod anda hanya untuk beberapa jam pada suatu hari, hingga tersisa 50%, kemudian anda mengecasnya kembali. Kemudian pada hari berikutnya anda melakukan hal yang sama, maka ini akan terhitung sebagai satu siklus, bukan dua, sehingga anda dapat melakukan beberapa kali pemakaian hingga penuhi satu siklus. Tiap kali anda melakukan pengecasan, kapasitas baterai anda semakin berkurang sedikit, namun sebelum perangkat elektronik anda hanya dapat menampung kapasitas daya max 80% dan mulai menghaus, anda terlebih dahulu akan melalui banyak siklus (bisa jadi, ribuan atau lebih). Maka dari itu, seperti pada baterai pada umumnya, anda pun suatu saat nanti akan perlu menggantinya.

Metode Yang Salah

Beberapa dari teman saya menerapkan metode cabut-pasang baterai untuk mencegah terjadinya aus pada baterainya masing-masing. Awalnya saya pun setuju dengan cara ini, namun setelah lebih lanjut melakukan penelitian dan konsultasi ke ahli-ahli (customer service), saya menemukan bahwa metoda ini dapat merusak logic board perangkat elektronik anda. Sehingga saya sarankan kepada yang masih menerapkan metoda ini untuk memikirkannya kembali, karena bisa jadi dengan metoda ini, bukannya anda melakukan penghematan untuk mengeluarkan uang demi baterai anda, malahan anda mengeluarkan lebih untuk logic board anda, atau parahnya bisa jadi laptop baru.

Metode Yang Benar

Saya pelajari dari buku manual beserta tanya-jawab dengan customer service, metoda yang tepat untuk merawat baterai anda adalah dengan seminggu sekali melakukan kaliberasi terhadap baterai anda. Bagaiman acaranya? Berikut saya jelasnya.

(1) Pertama-tama anda diharuskan memakai perangkat anda hingga baterainya habis. Saya sarankan menggunakan baterai anda hingga 2-5% kemudian restart dan masuk ke BIOS dan tunggu hingga mati dengan sendirinya. Kenapa sebaiknya dalam BIOS? Karena jika anda menunggu komputer anda mati dengan sendirinya ketika baterainya sudah mulai habis, pasti OS yang bersangkutan (Windows XP/Vista misalnya) pasti akan menyisikan sedikit daya untuk proses hibernasi/ sleep. Berbeda dengan BIOS, BIOS tidak memiliki power management seperti yang dimiliki oleh sebuah OS.

(2) Ketika PC anda sudah mati, dalam keadaan tidak terpakai, lakukan pengecasan hingga penuh. (Ingat: dalam keadaan tidak terpakai)

(3) Seusai pengecasan hingga penuh. Anda dapat mencabut kabel adaptor anda, dan menikmati kembali pemakaian perangkat elektronik anda seperti biasa.

Cukup mudah bukan? Silahkan mencobanya sendiri.

Jangan lupa tinggalkan comment mengenai pengalaman  pamakai baterai anda atau kalau anda ada info lebih. Boleh juga sekedar nyampah kok. hehe^^

Advertisements

From → Knowledge

2 Comments
  1. Laras permalink

    Whoa tar gw coba deh ^_^

  2. thx ya irvan,,gw jd tau gmn cara ngerawat batre HP,,’huwa,,

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: